Satria Nusantara 1

24 08 2012

Jakarta hari ini tambah panas. Jalanan semakin macet dipenuhi mobil-mobil merayap menyusuri jalan-jalan protokol yang sepertinya terlalu kecil melintangi kota metropolitan ini.  Tidak saja mobil keluaran baru yang masih mengkilat catnya, jalanan juga dipenuhi mobil-mobil tua kusam yang seharusnya sudah dionggokan di tempat-tempat pembuangan mobil-mobil tua seperti yang berlaku di luar negeri.  Mungkin karena tidak adanya aturan yang jelas yang membatasi masa penggunaan mobil.  Jadinya begini, mobil terus bertambah tapi jalan tidak bisa ditambah lagi karena gedung-gedung yang menjulang tinggi sudah terpancang disepanjang jalan protokol ibukota.

Bagi orang yang sudah menetap lama di jakarta ini menjadi hal biasa, tapi buat mereka yang baru datang ke Jakarta butuh kesabaran ekstra kuat selama menyusuri perjalanan sepanjang ibukota.  Tapi kadang sangat mengherankan juga, meskipun jakarta macet dan ruwet masih ada saja orang yang datang ke jakarta untuk mencari kerja.  Pemerintah selalu mengungkapkan jika setiap tahunnya paska orang mudik lebaran rata-rata membawa buntut seperti saudara atawa tetangganya ikut mengadu nasib di ibukota.

Diantara kemacetan hari ini, sebuah mobil ford fiesta warna hitam ikut merambat menyusuri jalan ke arah cengkareng.  Hari ini betul-betul parah karena mau keluar atawa masuk ibukota, semua padat merayap.  Supir ford hitam kelihatan gelisah sekali.  Kegelisahanya sangat tampak meskipun sesekali dia anggukan kepala mengikuti irama musik RnB yang melantunkan lagu walking awaynya carig david.  Mungkin dengan mendengarkan musik, rasa bete karena macet bisa sedikit hilang.  Sebut saja Mocca, dia masih sabar mengendarai ford hitamnya meskipun sudah hampir sejam lebih sejak masuk Gatot Subroto, ford hitamnya masih belum juga sampe pintu keluar tol kebun jeruk.  Mocca pake tshirt polo warna hitam membuatnya semakin tambah tampan saja.  Kulitnya mulus sangat terawat sekali membuat orang yang menatapnya pasti akan berdecak kagum dan terpesona dengan pancaran ketampanannya.  Ketampanannya ini membawa keberuntungan bagi dirinya hingga menjadi salah satu presenter ternama di jagad hiburan Indonesia.  Orang sangat familiar dengan wajahnya yang rutin muncul di salah satu statisun tv swasta yang jumlahnya sangat banyak jika dibandingkan dengan jumlah stasiun tv di negara lain.

Mocca semakin gelisah setelah dia melihat arlojinya menunjukkan jam 2 siang.  Padahal dia harus checkin di bandara Soekarno Hatta jam 3.  Sementara ford hitamnya masih bercokol di Slipi.  Untungnya ada cewek cantik berambut panjang sebahu sedang duduk di sebelah menemaninya.  Namanya Inet, kulitnya lebih putih dibandingkan Mocaa ditambahnya hidungnya yang mancung dan bulu matanya yang lentik membuat parasnya semakin cantik.  Inet tidak menor, dia tidak perlu memakai riasan muka untuk menjadi terlihat cantik. Sedikit polesan bedak tipis saja sudah membuat dia menjadi sangat menarik.  Siang ini, Inet terlihat santai dalam balutan kasual kemeja panel dan celana bluejeans.  Kecantikan Inet sangat pas dengan ketampanan Mocca.

Diantara alunan musik RnB, mereka berdua masih asyik ngobrol sembari menunggu roda-roda mobil kembali bisa berjalan setelah lebih banyak berhenti menunggu macet.

“Bisa-bisa gw telat checkin neh babe,” sela Mocca

“Kayanya begitu dech cin,” timpal Inet

“Mudah2an masih ada sheet penerbangan berikutnya yak?” tanya Mocca

“Masih…ke Jogja khan banyak penerbangan cin,” Jawab Inet

“Syutingnya jadi kapan pastinya?” tanya Inet balik

“Schedulnya seh besok pagi jam 7” jawab Mocca

“Kenapa gak bawa blackie cin? Biasanya kalo kemana-mana lo bawa dia terus?” tanya Inet

“Lagi males aja, lagi pengen cepet” sahut Mocca

“Oohh….terus  jadi mo rental mobil di Jogja?” tanya Inet

“Iya babe.  Repot kalo gak rental.  Ntar crew ada yang dah siapin. Gw tinggal pake aja n bayar.”

“Seep kalo begitu.  Btw jadi ke rumah embah?” timpal Inet

“Uhm…..pengen banget.  Banyakkan jadinya dech.” sahut Mocca sambil mengerutkan dahinya berpikir sejenak.

Moca melajukan ford hitamnya dengan pelan diantara ratusan mobil-mobil lainnya di sepanjang jalan tol menuju arah grogol.  Setengah jam menuju jam tiga mereka baru sampe Mall Taman Anggrek.  Setelah melewati grogol arus lalulintas menjadi normal.  Sumbatan yang menyebabkan macet ternyata arah pintu tol kebun jeruk yang ternyata ditumpuki oleh kendaraan yang mau menuju arah Merak.  Beda dengan arah cengkareng yang jauh lebih lancar.  Akhirnya ford hitam itu bisa lari dengan kencang seperti biasanya mocca bawa tiap hari. Tak mau ketinggalan pesawat, dengan gesitnya mocca menyalip beberapa kendaraan yang melaju dengan pelan.  Sebenarnya bukan takut ketinggalan pesawat, tapi karena lagi peakseason jadwal penerbangan selalu penuh. Kalo saja sampai ketinggalan pesawat, belum tentu dia bisa dapat sheet penerbangan berikutnya.  Apalagi musim liburan sekolah seperti ini, banyak orang yang berlibur ke jogja.  Mocca besok harus syuting dan jadwalnya sudah fix. Tidak lucu jadinya kalo syuting ditunda gara-gara dia ketinggalan pesawat.  Mocca termasuk disiplin dan ontime at location setiap syuting program acara.  Dia tidak pernah telat.  Mungkin ini juga yang membuat banyak produser yang memakainya.

Tiba-tiba ada bayangan hitam berlari melintas di depan mobil yang sedang melaju dengan kencang.  Spontan saja Mocca menghentikan mobil secara mendadak dan menghindar jangan sampai menabrak apa yang baru saja melintas.  Dia injak pedal rem blackie sedalam-dalamnya hingga roda-roda mobilnya mencengkeram jalan dengan suara yang membuat orang pada radius 200 meter disekitar situ mendengar dengan jelasnya. Mobil terhuyung  hampir 45 derajat.  Keadaan menjadi menegangkan.  Beberapa mobil membunyikan klakson dan orang yang menyupirinya berteriak dan mengumpat kebodohan yang sangat membahayakan keselamatan orang detik itu.  Inet yang duduk di sebelah mocca terdiam shock dan kaget minta ampun dahsyatnya.

Mocca masih kaget dan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.  Pikirannya masih bertanya-tanya tentang apa yang melintas tadi.  Mocca segera nengok ke belakang, tidak terlihat adanya tabrakan beruntun. Biasanya seperti  yang  ada di film-film action, kalo ada mobil yang ngerem mendadak di jalan yang lagi sibuk-sibuknya, kejadian tabrakan beruntun pasti tak terhindarkan.  Mocca akhirnya bernafas lega.  Mereka selamat, tidak terjadi apa-apa.  Tanpa pikir panjang, bukannya tidak bertanggungjawab dia langsung tancap gas melaju ke bandara.  Mocca gak mau ketinggalan pesawat.  Kebetulan sekali tidak terjadi apa-apa.  Disamping itu  dia gak mau ribut apalagi dilihatnya beberapa orang mengepalkan tangannya sambil berteriak penuh umpatan menyerangnya. Yakin sekali mereka pasti ngatain dia bego, tolol, goblok dan beberapa kata sejenisnya.  Dah biasa orang jakarta jaman sekarang ngomong begitu.  Mungkin kemacetan dan kepadatan jakarta membuat temperamen orang-orang yang tinggal di jakarta menjadi emosional dan mudah mengumpat.  Macam tidak punya kesabaran lagi.   Sabuk pengaman yang menempel di tubuh Mocca, terutama pada Inet masih mampu menahan keduanya tetap bersandar di jok blackie.  Jika saja mereka lupa memakainya, sudah bisa dipastikan keduanya akan terpelanting ke depan dan menghunjam kaca depan mobil.

Sambil melajukan mobilnya, diliriknya Inet yang masih melongo penuh shock.  Inet masih diam dan tangan kanannya memegang dada sebelah kiri memastikan jantungnya masih berdetak.  Kaget bukan kepalang karena mobil yang ditumpanginya ngerem mendadak.

“Sorry babe….tadi ada yang lari ngalangin jalan” ungkap mocca memecah keheningan.

“Astagfirullah, kok bisa gitu cin. Gw kaget banget, neh masih deg-degan.  Kirain kita tabrakan. Alhamdulillah tidak kenapa-napa” timpal Inet yang masih shock.

“Kamu ati-ati dong.  Kita belum kawin lho.  Gw gak mau mati muda” kata Inet

“Iya babe, gw juga kaget. Tiba-tiba banget. Tadi apaan yak?” tanya Mocca

“Gak tau juga. Emang lo lihat apa cin?” tanya Inet penasaran

“Tadi ada bayangan item lewat. Kaya orang lari gitu.  Tapi cepet banget.  Batman kali ya?” jawab Mocca

“Aduuhh….apaan yak? Kok jadi takut gini gw” ungkap Inet sambil memegangi kedua lengannya karena merinding ketakutan.

“Gak ada papa.  Mungkin halusinasi gw aja babe.” Kata Mocca menenangkan Inet.

Keduanya mengabaikan praduga-praduga yang muncul.  Keduanya sempet bungkam, dan masing-masing memikirkan sendiri dengan penuh dugaan-dugaan.  Tanpa terasa akhirnya mereka sampai juga di terminal A bandara Sutta.  Tampak terminal penuh sesak orang yang mau terbang.  Antrian penumpang didepan pintu masuk terminal ketika petugas memeriksa tiket mereka.  Mocca menghentikan blackie tepat di pinggiran terminal keberangkatan.  Sengaja tak mau masuk ke tempat parkir karena tidak mau lama.  Inet akan membawa pulang blacki ke rumahnya.  Sementara dititipka mobil ford kesukaannya itu pada Inet.

Segera setelah mobil berhenti, Mocca mengambil tas punggung hitam yang ada di belakangnya.  Mocca termasuk tipe backpacker.  Yang penting tshirt, celana pendek cargo, daleman, carger HP dan ipad, parfume, facialwash, sikat gigi, dan gel rambut sudah ada di tasnya.  Dia tidak pernah pusing dengan wardrobe syuting karena sudah disediakan crew di lokasi.  Setelah itu dia pamitan pada inet, dengan sedikit ciuman di keningnya dia tinggalkan Inet dan blackie.

“Gw cabut dulu ya babe.  Ati-ati bawa mobilnya yak. Nanti kalo dah sampe jogja langsung telpon.” Kata Mocca terburu-buru.

“Iya cin, titidije juga yak.” Balas Inet

“Miss u babe” ungkap Mocca sambil kissbye ke Inet

“Miss u too cinn.”balas Inet dan tangannya seolah-olah menangkap kissbye dari Mocca.

Takut dimarahin sekuriti karena berhenti didepan terminal, segera Inet meluncurkan blackie meninggalkan bandara Sutta.  Sementara itu, Mocca berlari-lari kecil menuju terminal keberangkatan untuk checkin.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: