Satria Nusantara 1 (Lanjutan 3)

3 09 2012

“Maaf pak Cokro, saya ketiduran.  Tadi macet banget di tol.” ungkap Mocca

“Gak papa mas. Kelihatan banget capeknya tadi.” Kata pak Cokro membuat Mocca menjadi lebih enak rasanya.

“Besok dateng aja langsung ke Prambanan ya pak kalo mau lihat saya.” Pesan Mocca

“Yo yes no.” Jawab pak Cokro dengan dialek khas Jogja.

Pak Cokro bergegas berdiri diikuti Mocca karena pesawat sudah berhenti di parkiran pesawat.  Tangga turun sudah menempel dibibir pintu depan dan belakang pesawat.  Keduanya mengambil tas yang ada di kabin.  Barisan orang antri keluar memanjang di sepanjang lorong pesawat.  Mocca dan pak Cokro dengan sabar menunggu antrian tersebut.

Setibanya di ruang pengambilan bagasi, Mocca dan pak Cokro berpisah.  Pak Cokro harus mengambil koper dan beberapa kardus bawaannya, sedangkan Mocca langsung keluar karena tak ada yang harus dia ambil.  Setelah bersalaman, Mocca pamit duluan keluar.

Di pintu keluar, sudah menunggu Ibong sang manajer yang sudah terbang duluansatu hari sebelumnya untuk menyiapkan beberapa hal keperluan Mocca di Jogja.  Dua puluh menit yang lalu Ibong menunggu kedatangan Mocca.  Dengan mobil Ford fiesta yang dia sewa di perusahaan jasa rental mobil, Ibong tiba di bandara.  Mocca sudah berpesan tidak mau jalan selain menggunakan mobil jenis ini.

Di depan pintu keluar terminal kedatangan, Ibong pandangannya mencari-cari Mocca.  Ketika dilihatnya serombongan penumpang keluar dari terminal kedatangan,  matanya langsung tertuju pada sosok laki-laki tinggi putih tampan yang sudah dikenalnya tiga tahun lebih.  Segera dilambaikan tangannya menyambut kedatangan Mocca. Di seberang mata, pada saat melihat manajernya melambaikan tangan, Mocca segera melambaikan tangannya juga dan melangkah maju mendekati Ibong.

“Hufh…akhirnya sampe juga Bong.” sapa Mocca

“Capek banget keliatannya Moc?” sahut Ibong sambil memberikan sebotol minuman teh kemasan kesukaan Mocca yang bearoma melati.

“Tadi macet Bong di tol.” timpal Mocca setelah dia tenggak minuman kesukaannya itu

Ibong mengambil tas yang dibawa Mocca.  Kemudian keduanya berjalan meninggalkan terminal yang penuh sesak dengan orang-orang yang ingin berlibur di Jogja.  Mocca mengikuti Ibong menuju tempat parkir.  Ibong mengambil posisi sebagai supir dan Mocca duduk di depan menyebelahi Ibong.  Beberapa saat setelah itu, mobil yang disetiri Ibong meluncur meninggalkan bandara ke daerah jalan Solo menuju hotel.  Ibong tak mau lama-lama menunggu, karena dia yakin Mocca butuh istirahat.  Dilihatnya dari tadi tampang Mocca capek banget.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: