Satria Nusantara 1 (RAHASIA YANG TERKUAK)

26 04 2013

RAHASIA YANG TERKUAK

Mocca semakin penasaran dengan apa yang sudah dikatakan oleh eyang putri.  Pikirannya semakin jauh ingin mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya.

“Mocca keturunan ketujuh dari Patih Gajah Mada.  Mocca adalah titisannya.  Kenapa yangti baru bercerita?”

“Tidak ada catatan yang mengungkap kematian Gajah Mada.  Sang patih bagaikan hilang di telan bumi.  Yang dikenal orang hanya sumpah palapa dan keberhasilannya menyatukan nusantara.  Hingga saat ini tidak ada yang tahu tempat di mana patih dikuburkan.  Keberadaannya dari jaman runtuhnya majapahit mulai disamarkan.  Sengaja dibuat sirna tanpa bekas.  Tapi sesungguhnya itu tidak terjadi. Banyak versi mengenai keberadaan sang patih.  Pada 1364, Gajah Mada menghilang secara misterius dan tidak pernah muncul lagi.  Ada beberapa dugaan tentang Gajah Mada di periode 1364 dan sesudahnya.

Yang pertama, diperkirakan Gajah Mada mengasingkan diri ke Lampung, dan akhirnya meninggal di Lampung. Saat ini ada pusara yang diyakini sebagai makam Gajah Mada di Lampung.  Yang kedua, ia bergabung dengan Adityawarman yang telah menjadi penguasa Kerajaan Pagaruyung, Kerajaan Dharmasraya, Jambi, dan Palembang. Pada saat tiba di Lampung, ia membuat pusara yang seolah-olah adalah makamnya, supaya tidak dicari oleh Majapahit. Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya ke utara dan bergabung dengan Adityawarman.  Yang ketiga, ia memimpin ekspedisi ke seberang lautan hingga ke Madagaskar. Asal muasal pulau tersebut memiliki nama Madagaskar, diperkirakan ada hubungannya dengan Mahapatih Gajah Mada. Penduduk asli pulau itu, etnis Merina dan Betsileo, mirip dengan penduduk asli pulau Jawa.

Eyang akan menceritakan asal usul sang Patih le.  Setiap catatan sejarah menguak jika moyangmu itu penuh teka-teki.  Bukan hanya akhir hayatnya, asal-usulnya pun dibilang tidak jelas.  Tidak diketahui dari mana asalnya.  Sesungguhnya beliau itu berasal dari kota malang.  Sang patih lahir di sebuah desa di lembah dekat sumber mata air brantas yang terletak di antara gunung Kawi dan gunung Arjuna.  Gajah Mada lahir di Pandaan.  Gajah Mada anak dari Gajah Pagon yang ternyata salah satu pengikut raden wijaya putra raja Kertanegara.

Saat Singasari runtuh di serang Jayakatwang dan pasukan gelang-gelangnya dari Kediri, raden Wijaya menantu kertanegara mencoba bertahan di temani Lembusora, Nambi, Ranggalawe, Gajah Pagon, Pedang Dangdi.  Namun mereka memutuskan untuk mengungsi ke Utara.  Saat bertembur hebat melawan tentara Kediri, Gajah Pagon terkena tombak di pahanya.  Saat mengungsi ke utara dan tiba di sebuah hutan di kawasan Telagapager, rombongan berhenti sementara di desa pandaan yang dikepalai seorang kepala desa bernama Macan Kuping.  Rombongan memutuskan raden Wijaya mencari perlindungan ke Arya Wiraraja yang ada di Madura.

Supaya tidak memperlambat perjalanan rombongan ke Madura, raden Wijaya menitipkan Gajah Pagon yang terluka pahanya.  Macan Kuping menerima Gajah Pagon, namun demi keamanannya supaya tidak tercium oleh pasukan Jayakatwang, disarankan agar Gajah Pagon ditempatkan di sebuah gubuk yang ada di tengah kebun dan penduduk akan mengirimkan makanan untuknya setiap hari.

Setelah lukanya sembuh, Gajah pagon menetap di pandaan dan kemudian menikahi putri Macan Kuping.  Setelah Macan Kuping meninggal, Gajah Pagon menggantikan posisinya sebagai kepala desa.  Keadaan semakin baik, seiring beridirnya kerajaan Majapahit dan Wijaya menjadi rajanya, saat itulah teman-teman seperjuangan Wijaya mendapat kedudukan masing-masing meskipun merasa ada yang tidak puas.  Sementara itu,  Gajah pagon tetap menjadi penguasa daerah Pandaan.

Ketika majapahit dipimpin Jayanegara, Gajah Mada diangkat oleh Jayanegara menjadi bekel (kepala) bhayangkara, pasukan pengawal raja.  Pemilihan ini didasari oleh catatan yang baik dan istimewa yang dimiliki Gajah Mada.  Selain sebagai anak Gajah Pagon sang perwira pilih tanding yang menemani Wijaya sebelum mendirikan Majapahit, Gajah Mada memiliki keunggulan baik secara lahir maupun batin yang diperoleh dari hasil gemblengan Gajah Pagon dan tokoh-tokoh lainnya kala itu.

Pandaan berada di lereng timur Gunung Penanggungan yang dulu disebut Pawitra.  Gunung ini merupakan kiblat bagi masyarakat Majapahit.  Di gunung suci ini terdapat mandala-mandala dan keresian tempat menggembleng berbagai macam ilmu, baik ilmu keagamaan, yoga, mitologi, serta ilmu duniawi seperi ilmu pemerintahan, hukum, politik kerajaan, strategi perang dan juga dasar-dasar geografi nusantara.  Jadi wajar saja jika moyangmu menjadi tokoh Majapahit yang mumpuni dan punya pandangan jauh ke depan.

Saat menjadi bekel, Gajah Mada berhasil menyelamatkan raja Majapahit Sri Jayanagara ketika terjadi pemberontakan Ra Kuti, dilarikan ke daerah sekitar Lumajang. Setelah melakukan penyusunan kekuatan, kemudian berhasil merebut kembali kekuasaan Majapahit yang ibu kota kerajaan sempat dikuasi oleh pasukan pemberontak yang dipimpin Ra kuti.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: